Pengendalian BKPM terhadap LKPM Diperkuat: Pelaporan ‘Nol’ Kini Menjadi Zona Risiko bagi Bisnis

Pada akhir tahun 2025, Kementerian Investasi Indonesia (BKPM) sekali lagi dengan jelas menyatakan: pelaporan LKPM bukanlah sebuah formalitas, tetapi merupakan kewajiban korporasi. Kegagalan menyerahkan laporan atau hasil 'nol' secara berkala dapat mengakibatkan tindakan administratif—dari peringatan hingga penangguhan kegiatan dan bahkan pencabutan izin. Masalah ini sangat relevan untuk mengantisipasi jendela pelaporan di kuartal keempat tahun 2025.
Apa itu LKPM dan mengapa penting bagi negara
LKPM (Laporan Kegiatan Penanaman Modal) adalah laporan tentang aktivitas investasi perusahaan. Laporan ini diserahkan melalui sistem OSS-RBA.
Bagi BKPM, laporan ini adalah alat pengendalian utama. Ini menunjukkan bahwa perusahaan benar-benar beroperasi, melaksanakan investasi, dan memenuhi rencana yang telah dinyatakan, dan tidak hanya ada ‘di atas kertas’.
Kapan sanksi dapat diterapkan
Dalam praktiknya, risiko sanksi muncul dalam beberapa situasi khas:
perusahaan tidak menyerahkan LKPM selama dua periode pelaporan berturut-turut;
setelah penyerahan pertama LKPM, perusahaan menunjukkan realisasi investasi nol selama empat periode berturut-turut;
perusahaan berada pada tahap konstruksi, tetapi menunjukkan realisasi investasi nol selama empat periode pelaporan berturut-turut.
Klarifikasi spesifik langsung menekankan: '0' yang sistematis pada tahap konstruksi dianggap oleh BKPM sebagai sinyal yang mengkhawatirkan.
Apa sanksi yang diterapkan
Pendekatan bertahap diterapkan.
Pertama, perusahaan menerima peringatan tertulis. Biasanya, beberapa secara berurutan.
Setelah itu, pengawasan mungkin ditingkatkan. Kemungkinan pembatasan kerja melalui OSS, penangguhan sebagian kegiatan atau operasi.
Dalam beberapa kasus, tindakan mencapai pembatalan atau pencabutan izin dan lisensi.
Penting untuk dicatat: sanksi tidak selalu berarti denda. Seringkali, tanda pelanggaran, pemberitahuan, dan pembatasan dalam OSS muncul terlebih dahulu. Ini mempersulit perubahan apapun pada lisensi dan meningkatkan kemungkinan inspeksi.
Mengapa 'realization zero' berbahaya bahkan bagi perusahaan yang benar-benar beroperasi
Situasi ini sering ditemui: perusahaan melakukan aktivitas, menanggung biaya, melakukan pembangunan atau persiapan untuk operasi, tetapi mencerminkan '0' dalam LKPM.
Ini terjadi ketika:
tidak sepenuhnya jelas apa yang harus dianggap sebagai realisasi investasi;
tidak ada penjelasan dalam komentar pada LKPM;
tahap secara salah diindikasikan (konstruksi alih-alih produksi/operasi atau sebaliknya);
kemajuan tidak dijelaskan dan tidak ada data pendukung yang dilampirkan.
Penjelasan regional mencatat: jika proyek dalam tahap konstruksi, tidak disarankan untuk meninggalkan '0' selama empat periode berturut-turut. Lebih baik mencerminkan kemajuan proyek dengan akurat dan memberikan penjelasan.
Waktu pelaporan: apa yang perlu diperhatikan
Jendela pelaporan berikutnya adalah untuk kuartal keempat tahun 2025.
Dalam praktiknya, OSS sering menetapkan batas waktu penyerahan antara 1 dan 10 Januari 2026. Namun, perlu untuk fokus pada pemberitahuan di akun OSS Anda dan persyaratan yang ditetapkan untuk kategori bisnis tertentu.
Apa yang harus dilakukan perusahaan saat ini
Periksa apakah perusahaan wajib menyerahkan LKPM dan seberapa sering.
Periksa jika ada kelompatan selama dua periode pelaporan berturut-turut.
Jika laporan menunjukkan realisasi investasi 'nol':
klarifikasi apakah semua biaya dan investasi modal tercermin dengan benar,
periksa kebenaran tahap proyek,
tambahkan penjelasan ke data.
Rekonsiliasi data internal: akuntansi, pembayaran, kontrak, tindakan.
Penting agar angka dalam laporan dapat dikonfirmasi.
Jika perubahan pada izin atau data di OSS direncanakan, LKPM harus dijadikan prioritas. Pelanggaran yang dicatat dapat memperlambat proses ini.
Kesimpulan
Pengendalian terhadap LKPM diperkuat. Laporan di Kementerian Investasi Indonesia tidak lagi dianggap sebagai formalitas. Penyerahan LKPM yang tepat waktu dan akurat mengurangi risiko sanksi dan pembatasan.
Memeriksa laporan Anda sekarang lebih mudah daripada memulihkannya di bawah tekanan regulasi.













