KBLI 2025: Apa yang Berubah dan Mengapa Bisnis Tidak Perlu Panik

Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia secara resmi telah memperkenalkan KBLI 2025, klasifikasi kegiatan usaha yang diperbarui, menggantikan KBLI 2020.

Penting untuk menekankan sejak awal:

pembaruan KBLI tidak dimaksudkan untuk membatasi bisnis dan tidak membatalkan izin yang ada.

Mengapa KBLI Diperbarui

KBLI diperbarui setiap lima tahun dan berfungsi sebagai alat statistik dan regulasi untuk mencatat aktivitas ekonomi di Indonesia. KBLI 2025 dikembangkan untuk mencerminkan:

  • pertumbuhan ekonomi digital;

  • munculnya model bisnis baru;

  • ekspansi layanan kreatif dan berbasis platform;

  • kebijakan iklim dan ekonomi hijau;

  • penyesuaian dengan standar internasional.

KBLI 2025 telah diharmonisasi dengan ISIC Revisi 5, disetujui oleh Komisi Statistik PBB pada bulan Maret 2024. Hal ini memastikan data ekonomi Indonesia tetap dapat dibandingkan secara global.

Apa yang Perlu Diketahui Bisnis

BPS telah secara resmi mengonfirmasi bahwa:

  • izin usaha yang ada tetap berlaku;

  • masa transisi selama enam bulan berlaku sejak tanggal KBLI 2025 diberlakukan;

  • tabel kesepadanan KBLI 2020 ↔ KBLI 2025 akan diterbitkan dan digunakan sebagai dasar untuk pembaruan dalam sistem OSS.

Ini berarti bisnis tidak diharuskan segera mengubah izin mereka, tetapi penting untuk memahami bagaimana KBLI baru selaras dengan aktivitas aktual mereka.

Perubahan Struktural di KBLI 2025

Di bawah klasifikasi yang diperbarui:

  • jumlah kategori bisnis meningkat dari 21 menjadi 22;

  • kode baru dan yang diperbarui diperkenalkan untuk:

    • platform digital;

    • konten digital dan ekonomi kreatif;

    • perdagangan dan penyimpanan karbon;

    • energi terbarukan;

    • sektor keuangan dan layanan.

Secara total, KBLI 2025 mencakup:

  • 87 bagian utama;

  • 257 divisi;

  • 519 sub-divisi;

  • 1.560 kode kegiatan usaha.

Mengapa Ini Penting Sekarang

Meskipun KBLI 2025 tidak memperkenalkan larangan langsung, dalam praktiknya ketidaksesuaian antara aktivitas aktual perusahaan dan KBLI terdaftar adalah salah satu penyebab paling umum dari:

  • pertanyaan dari OSS dan BKPM;

  • masalah saat mengajukan laporan LKPM;

  • risiko pajak dan perizinan;

  • pembatasan atau pemblokiran sistem OSS.

Rekomendasi Kami

Kami menyarankan pemilik bisnis untuk:

  • meninjau bagaimana KBLI saat ini mereka memetakan ke KBLI 2025;

  • menilai apakah kode yang lebih akurat atau yang baru diperkenalkan lebih mencerminkan operasi nyata mereka;

  • menyelaraskan dokumentasi dan pelaporan sebelum inspeksi atau audit dimulai.

Jika Anda ingin memahami bagaimana KBLI 2025 mempengaruhi bisnis spesifik Anda, dan apakah penyesuaian terhadap kode atau izin Anda diperlukan, tim Legal Indonesia siap membantu.

Kami menyediakan:

  • peninjauan dan pemilihan KBLI;

  • penyesuaian bisnis dengan persyaratan regulasi baru;

  • dukungan OSS dan BKPM;

  • layanan nasihat hukum dan pajak yang komprehensif.

Hubungi kami — kami akan meninjau situasi Anda dan merekomendasikan langkah maju yang aman dan sesuai.

Hubungi kami untuk detail

Anda mungkin juga menyukai