Layanan Audit di Indonesia: Kepatuhan Regulasi 2026

Audit bukan lagi sekadar "praktik terbaik"—melainkan perlindungan hukum yang krusial. Di tahun 2026, kegagalan dalam melaporkan laporan keuangan audit (jika diwajibkan) dapat menyebabkan profil AHU perusahaan Anda diblokir. Hal ini akan menghambat Anda dalam mengganti direksi, membuka rekening bank, hingga memperpanjang izin usaha.
Apakah Audit Wajib bagi Perusahaan Anda?
Berdasarkan Pasal 68 UU Perseroan Terbatas dan pembaruan regulasi 2025/2026, Anda wajib diaudit jika:
1. Ambang Batas Aset/Omzet: Perusahaan memiliki aset atau omzet tahunan di atas Rp50 Miliar.
2. Dana Publik: Mengelola dana masyarakat (Bank, Asuransi, Fintech/P2P Lending).
3. Entitas Publik: Merupakan perusahaan terbuka (Tbk) atau menerbitkan surat utang.
4. Aturan Baru 2026: Semua keputusan RUPS Tahunan—termasuk persetujuan laporan keuangan—kini wajib dilaporkan melalui Akta Notaris ke Kementerian Hukum dalam waktu 30 hari.
Mengapa Melakukan Audit di Tahun 2026?
1. Akses Sistem: Mencegah badan hukum Anda "diblokir" dalam sistem pemerintah (SABH/AHU Online).
2. Kepercayaan Investor: Laporan yang terverifikasi sangat penting untuk menarik modal atau menjual saham.
3. Deteksi Fraud: Auditor profesional mengidentifikasi kesalahan internal atau aktivitas penipuan sebelum menjadi kewajiban hukum yang berat.
4. Akurasi Pajak: Memastikan SPT Tahunan Badan sesuai dengan catatan komersial, sehingga meminimalisir risiko Pemeriksaan Pajak.
Jenis Opini Audit Umum
1. Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified): Standar tertinggi—catatan keuangan Anda patuh 100%.
2. Wajar Dengan Pengecualian (Qualified): Sebagian besar andal, namun terdapat masalah spesifik yang bersifat minor.
3. Disclaimer/Tidak Wajar (Adverse): Terdapat kesalahan signifikan atau data tidak lengkap—hal ini akan memicu peringatan merah dari regulator.
Daftar Dokumen yang Diperlukan
Untuk memulai audit tahun 2026, siapkan dokumen berikut:
1. Neraca Saldo (Trial Balance), Laporan Laba Rugi, dan Neraca.
2. Rekening Koran dan Surat Konfirmasi Bank.
3. Daftar aset dan protokol verifikasi kas (cash count).
4. Akses ke catatan Coretax dan OSS-RBA Anda.
Jangan biarkan perusahaan Anda terblokir. Kami menyediakan layanan audit independen berstandar tinggi untuk menjaga transparansi dan kepatuhan bisnis Anda.